Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

Dugaan Kecurangan PPPK Langkat Poldasu Adakan Pemeriksaan

680
×

Dugaan Kecurangan PPPK Langkat Poldasu Adakan Pemeriksaan

Sebarkan artikel ini
Dugaan Kecurangan PPPK Langkat Poldasu Adakan Pemeriksaan
Example 468x60

urainews.com // Langkat. Dugaan Kecurangan PPPK Langkat Poldasu Periksa Sejumlah Orang

Menindak lanjuti dugaan kecurangan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2023 di Kabupaten Langkat, Polda Sumut (Poldasu) tengah melakukan pengumpulan informasi. Terkini Polda Sumut sudah meminta keterangan sejumlah orang dalam pemeriksaan penyidik.

Example 300x600

” Kita sudah meminta keterangan dari beberapa orang ,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Selasa (30/1/2024).

Baca juga :

Hadi belum memberitahukan nama-nama yang diperiksa soal kasus itu. Dia mengatakan yang pasti tim memeriksa pihak-pihak yang mengetahui soal seleksi penerimaan PPPK dari guru honorer tersebut.

“Yang jelas orang-orang yang mengetahui peristiwa seleksi PPPK yang kita minta keterangan. Untuk perkembangannya Kita tunggu proses selanjutnya,” sebutnya.

Para peserta yang gagal lolos pada seleksi PPPK Kabupaten Langkat yang berasal dari guru honorer melakukan demo di Kantor Bupati Langkat. Mereka menyoroti adanya kecurangan karena pemilik nilai dan rangking rendah lolos seleksi. Sementara yang nilai tinggi justru tidak lolos.

Sebelumnya, Polda Sumut melakukan penyelidikan soal dugaan kecurangan seleksi penerimaan PPPK di Kabupaten Langkat.

“Dalam proses penyelidikan Polda Sumut. Dari Dumas,” kata Hadi, Kamis (25/1). Dikutip dari Detik.com.

Beberapa waktu lalu, dalam upaya mencari keadilan puluhan guru honoret peserta seleksi PPPK 2023 di Kabupaten Langkat menggelar aksi di Polda Sumut. Mereka meminta pengusutan tuntas dugaan adanya kecurangan seleksi PPPK Kabupaten Langkat.

Baca juga : http://Kincirnews.com

Dugaan dari informasi terpercaya ada sekitar 203 peserta PPPK yang menjadi korban kecurangan seleksi. Dugaan modus kecurangan berupa adanya maladministrasi dengan adanya ketidak sesuaian Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT).

Kemudian ada dugaan indikasi suap. Pihak LBH Medan dan Kontras Sumut mendapatkan bukti bentuk screenshoot adanya penerimaan atau pengembalian uang sebesar hampir Rp 80 juta.

Selanjutnya adanya dugaan KKN. Ada dugaan mekanisme oleh orang dalam upaya untuk meloloskan orang tertentu. Sementara orang yang lolos tersebut secara penilaian berada jauh dari nilai dan rangking guru honorer yang tidak jadi lulus.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *